Schweinsteiger Kritik Kompetisi Major League Soccer

Schweinsteiger Kritik Kompetisi Major League Soccer

Menurut gelandang asal Jerman, Major League Soccer terkadang ditentukan oleh wasit, garis di lapangan dan beberapa hal lain yang tidak ada hubungannya dengan pertandingan sepakbola, namun demikian, Schweinsteiger yakin, perlahan MLS akan berkembang, karena mereka punya potensi untuk itu.

Meski belum genap satu tahun berkarir di Major League Soccer, gelandang berpengalaman asal Jerman, Bastian Schweinsteiger baru-baru ini mengeluarkan penilaiannya terhadap kompetisi kasta tertinggi di amerika Serikat tersebut. Pemain yang bergabung dengan Chicago Fire pada januari kemarin itu tak ragu langsung mengkritik kompetisi MLS.

Sebagaimana diketahui, Bastian Schweinsteiger memang telah menyusul sejumlah pemain sepakbola veteran lainnya untuk berkarir di Major League Soccer pada bursa transfer musim dingin Januari 2017 kemarin dari Manchester United. Baru lima bulan dia menjalani karir bersama dengan Chicago Fire, namun mantan bintang Bayern Munchen ini sudah bisa menarik kesimpulan bahkan melayangkan kritik kepada kompetisi kasta tertinggi di Amerika Serikat tersebut.

Menurut Schweini yang sudah sangat berpengalaman dalam kompetisi Eropa, di Major League soccer, pertandingan kadang ditentukan oleh wasit, garis dan hal-hal lain yang tidak berhubungan dengan sepakbola. Namun demikian, dia tetap optimis bahwa Major League Soccer memiliki potensi untuk berkembang menjadi lebih baik lagi di masa mendatang.

“MLS ini menarik karena siapa pun bisa mengalahkan siapa saja dan terkadang terjadi hal-hal yang tidak Anda mengerti, Itu bisa disebabkan karena keputusan wasit atau garis [yang tidak ada hubungannya dengan sepakbola] di lapangan atau umpan-umpan dari rekan setim.”

“Ini berbeda ketimbang di Eropa, namun Anda harus membiasakan diri. Tidak semuanya yang dilihat terjadi di lapangan – rekan satu tim dalam kondisi bagus, tapi itu bisa saja berbahaya, juga bagaimana situasinya berkembang. Di sini juga terlalu gampang kehilangan bola, namun itu normal.”

“Jika tidak begitu, orang-orang takkan bermain di Amerika Serikat dan lebih memilih Bundesliga, Liga Primer atau La Liga. Tapi MLS punya potensi, banyak sekali potensinya.” ujarnya kepada Suddeutsche Zeitung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *